Tugas Mandiri 7

 


Observasi Proses Produksi Ayam Penyet Tulang Lunak: Studi Kasus Warung Makan Bapak Simon Perez


1. Identitas Usaha



Nama Usaha: Ayam Penyet Tulang Lunak "Pak Simon"
Jenis Usaha: Makanan dan Minuman (Kuliner)
Lokasi: Sekitar area Kampus Universitas Mercu Buana, Jakarta
Tahun Berdiri: 2017
Pemilik: Bapak Simon Perez
Jam Operasional: 08.00–22.00 WIB

2. Tujuan Observasi

Observasi ini dilakukan untuk memahami proses produksi ayam penyet tulang lunak di warung makan Bapak Simon, menganalisis kelebihan dan kekurangannya berdasarkan prinsip manajemen produksi, serta memberikan rekomendasi perbaikan realistis.

3. Observasi Proses Produksi

3.1 Produk yang Dihasilkan

Usaha ini memproduksi berbagai menu, antara lain:

  • Ayam penyet tulang lunak (menu utama)

  • Ayam goreng biasa

  • Lele goreng

  • Tahu dan tempe goreng

  • Pilihan sambal: sambal tomat, sambal cabai hijau, dan sambal pedas

3.2 Tahapan Proses Produksi

TahapKegiatanPeralatanOutput
1Pembelian bahan bakuSupplier lokalBahan mentah
2Pembersihan ayam dan bahan lainBaskom, air bersihBahan siap olah
3Perebusan dan pelunakan tulang ayamPanci besar, kompor gasAyam tulang lunak
4PenggorenganWajan besar, minyak gorengAyam matang
5Pembuatan sambalCobek/food processorSambal siap saji
6Penyajian/pengemasanBox/kemasan take-awayProduk siap dikonsumsi

3.3 Layout Alur Kerja

Layout alur kerja ini mengikuti pola linear dari bahan mentah menuju produk siap saji:

Area PenyimpananPembersihan BahanPengolahanPenggorenganPenyajian/PengemasanPelanggan

3.4 Penggunaan Sumber Daya Produksi

  • Bahan baku: ayam, lele, minyak goreng, cabai, tomat, bawang, bumbu dapur, kemasan

  • Tenaga Kerja: hanya dikelola oleh pemilik dan istrinya secara bergantian

  • Peralatan: wajan besar, panci presto, kompor gas, alat penyajian, cobek, alat pengemasan

3.5 Sistem Pengendalian Mutu

  • Pemilihan supplier tetap untuk menjaga standar rasa

  • Sambal dibuat sendiri dan selalu fresh

  • Proses masak mengikuti resep yang konsisten

  • Belum memiliki SOP tertulis atau catatan produksi harian

4. Analisis Kelebihan dan Kekurangan

Aspek AnalisisKelebihanKekurangan
Efisiensi Waktu & TenagaPengalaman memasak tinggi, proses sudah terbiasaTenaga kerja terbatas sehingga saat ramai bisa kewalahan
Kualitas & Konsistensi ProdukRasa konsisten, tulang lunak menjadi ciri khasTidak ada standar pengukuran resmi untuk rasa/tekstur
Pengelolaan Bahan Baku & LimbahSupplier tetap membuat kualitas stabilManajemen stok belum terdokumentasi
Teknologi & OtomasiMenggunakan panci presto untuk pelunakan tulangBelum ada alat modern untuk efisiensi (misal deep fryer otomatis)
Dokumentasi & Sistem PelaporanAda catatan keuangan, online food delivery membantu data transaksiTidak ada SOP tertulis, laporan produksi dan QC tidak terdokumentasi

5. Rekomendasi Perbaikan

AreaRekomendasiManfaat
Layout & SOPBuat SOP sederhana untuk persiapan, penggorengan, seasoning, dan packingMeningkatkan konsistensi rasa dan efisiensi produksi
TeknologiMenambahkan deep fryer dan alat pengemas otomatisMeningkatkan kecepatan produksi saat jam ramai
Sistem DokumentasiMenggunakan aplikasi stok bahan dan penjualan seperti BukuKas/BukuWarungMengurangi risiko kehabisan stok dan mempermudah evaluasi
Pengembangan ProdukMenambah varian sambal atau paket hematMenarik lebih banyak pelanggan

6. Dampak Usaha

  • Mendukung pemasok lokal
  • Menyewa tempat sehingga memberi pemasukan bagi pemilik lahan
  • Menjadi salah satu penyedia makanan favorit mahasiswa UMB
  • Memberikan pilihan menu murah dan berkualitas

7. Kesimpulan

Usaha ayam penyet tulang lunak milik Bapak Simon merupakan usaha kuliner yang berkembang berdasarkan konsistensi rasa, harga terjangkau, dan lokasi strategis dekat kampus. Meskipun sistem produksinya masih manual dan tidak terdokumentasi, konsistensi rasa dan permintaan pasar membuat usaha ini bertahan dan tetap diminati.

Dengan beberapa perbaikan seperti penerapan SOP produksi, penggunaan alat tambahan, dan pencatatan stok, usaha ini berpotensi berkembang lebih besar ke depannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Observasi Lingkungan dan Pengembangan Ide Bisnis Inovatif

Tugas Terstruktur 6 (Strategi Pemasaran Produk /Jasa dengan Konsep 7P)

Inovasi dan Kreativitas: Bagaimana Melatih Diri untuk Selalu Melahirkan Ide Baru